Kenali 7 Penyakit Mematikan Pada Kucing

Kucing merupakan binatang peliharaan paling favorit. Time spent with a cat is never wasted, kata Collete, novelis kenamaan Prancis. Memelihara kucing bukan hal yang sulit, tetapi bukan berarti tidak tanggal berasal ancaman-ancaman penyakit baik dari virus juga bakteri dan fungi.

Beberapa jenis penyakit yang dari dari virus dan bakteri bahkan masuk dalam kategori penyakit mematikan bagi kucing. Sebagian bisa ditangani dengan vaksin tetapi beberapa masih belum terdapat penangkalnya pada Indonesia.

Kenali 7 Penyakit Mematikan Pada Kucing

Berikut beberapa penyakit mematikan pada kucing berdasar penerangan drh Nalia Putriyanda pada acara gathering Komunitas Pecinta Kucing Jakarta di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/1).

1. Feline Panleukopenia Virus (FPV)

Virus ini tersebar melalui feces, sekresi, muntahan, terbawa di pakaian serta sepatu, serta lain lain. Virus ini artinya virus paling mematikan dengan angka kematian tertinggi bagi kucing.

pada kucing dewasa, tanda-tanda yg ditunjukkan berupa demam, lemah serta tak mau makan. sesudah 1-2 hari demam, kucing muntah darah serta diare yang disertai darah. pada anak kucing, penyakit ini bisa menyebabkan kematian mendadak tanpa gejala.

2. Feline Calici Virus

Virus ini menyerang saluran pernafasan, lisan, pencernaan, otot dan tulang. tanda-tanda yang ditunjukkan merupakan hilangnya nafsu makan, mata berair, hidung berlendir, luka di pengecap dan bibir, sulit bernapas dan sakit sendi. pada perkara berat jua terjadi pneumonia, hepatitis, dan pendarahan.

Penularan Feline Calici ini terjadi lewat lendir mata serta hidung, menghirup virus asal bersin, penggunaan mangkuk makan dan litterbox bersama, dan kontaminasi lingkungan.

3. Chlmydophilosis

Penyakit ini ditimbulkan sang bakteri Chlamydiasis felis yg kebanyakan menyerang anak kucing berusia lima-12 minggu. gejala yang ditunjukkan berupa demam, bersin serta hidung berair, hilang nafsu makan dan mata meradang. Bila tidak diobati infeksi matanya akan bertambah parah pada dua bulan dan dapat menularkan melalui lendir matanya selama beberapa bulan.

Memakan ketika pengobatan yang agak panjang selama 3-4 minggu. Jika mata kucing sudah sangat parah serta tidak bisa diselamatkan akan dilakukan tindakan operasi buat mengangkat bola matanya (enukleasi).

4. Feline Rhinotracheitis

Penyakit ini ditimbulkan oleh virus herpes yg menyebabkan masalah pada saluran nafas permukaan. Induk kucing yang sedang hamil serta kucing menggunakan kekebalan tubuh yang buruk berisiko tinggi tertular.

Bersin yg tidak terkontrol menjadi galat satu tanda-tanda yang dialami. Selain itu pula keluarnya lendir bening atau hijau dari hidung, hilang kemampuan mencium bau, mata mengeluarkan kotoran, radang mata, sering kucing lebih suka memejamkan mata, demam, lemas serta keguguran.

tanda-tanda yang ada akan membaik dalam 7-10 hari dan kesembuhan tergantung berasal kekebalan tubuhnya, nutrisi yang baik dan cairan tubuh yg terjaga.

5. Feline Infectious Peritonitis

Penyakit ini ditimbulkan oleh virus Feline coronavirus (FCoV). Penularannya terjadi melalui liur atau feses dan melalui plasenta asal induk ke anak. taraf keganasan penyakit ini tergantung di sistem kekebalan tubub kucing yang terserang.

6. Feline Immunodefisiensi Virus

Feline Immunodefisiensi Virus ini mampu dibilang artinya virus yang lambat. Kucing yg terinfeksi umumnya tak menunjukkan gejala hingga beberapa tahun semenjak infeksi awal. Ini mengingtkan kita dengan HIV pada insan. Kucing yg terserang, kekebalan tubuhnya akan menjadi rendah serta mudah terserang berbagai penyakit.

Cara penularan primer ialah melalui luka gigitan, penularan induk ke anak melalui jalan lahir atau melalui ASI. Kucing outdoor yg proaktif serta tak jarang berkelahi berisiko terkena virus ini.

7. Feline Leukimia Virus

Secara umum , virus ini hampir sama menggunakan FIV yg sama-sama menyerang kekebalan tubuh. Kucing yg terjangkit virus ini kondisinya akan menurun dalam 3 tahun sampai mengalami kematian.

Menjilat serta berkelahi merupakan penyebab awam terjadinya penularan. Anak kucing jua dapat tertular waktu pada kandungan atau melalui susu induk. Kucing pula bisa bersifat carrier, kelihatan sehat tetapi permanen berpotensi menularkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

https://sites.google.com/view/ctmastarformation3/schedule https://sites.google.com/view/prem-ventures-nsf-seed-grant/ https://sites.google.com/view/uptownchristmastrees/ https://sites.google.com/view/schev-tempsite/home https://sites.google.com/view/worldbankspringmeeting/ https://sites.google.com/view/a-systems-approach-to-biology/ https://sites.google.com/view/a-systems-approach-to-biology/ https://tractgames.weebly.com/ https://parmatours.weebly.com/ https://qsoftmart.weebly.com/ https://focushub.weebly.com/ https://agmyrekstem.weebly.com/ https://mikebaginy.weebly.com/ https://freedomofthefringe.weebly.com/ https://paveyourlane.weebly.com/ https://midnightstudios.weebly.com/